Berbicara mengenai koperasi selalu tidak lepas dengan pembahasan bisnis dan keorganisasian, sebenarnya dalam berbisnis tidak harus berorganisasi dan sebaliknya namun sebenarnya apa sih esensi dari berbisinis sambil berorganisasi ini ? ,akan saya coba untuk membahas beberapa poin mengenai hal ini.
Sebelum membahas lebih lanjut perlu diketahui bahwa koperasi memiliki prinsip dasar, yaitu suatu sistem ide-ide abstrak yang merupakan petunjuk untuk membangun koperasi yang efektif dan tahan lama, prinsip ini merupakan sebuah pondasi dari koperasi, prinsip tersebut adalah :
- Keanggotaan yang bersifat terbuka dan sukarela
- Pengelolaan yang demokratis,
- Partisipasi anggota dalam ekonomi,
- Kebebasan dan otonomi,
- Pengembangan pendidikan, pelatihan, dan informasi
Prinsip ini merupakan prinsip koperasi terbaru yang dikembangkan International Cooperative Alliance (Federasi koperasi non-pemerintah internasional), sedangkan prinsip dasar koperasi di Indonesia berdasarkan UU no. 25 tahun 1992 tentang perkoperasian adalah :
- Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka
- Pengelolaan dilakukan secara demokrasi
- Pembagian SHU dilakukan secara adil sesuai dengan jasa usaha masing-masing anggota
- Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal
- Kemandirian
- Pendidikan perkoperasian
- Kerjasama antar koperasi
Setelah mengetahui prinsip dasar koperasi pastilah dapat diketahui secara umum mengenai bagaimana sifat sifat koperasi dan tujuan koperasi dibentuk. Lalu apa hubungannya Koperasi Pemuda Kreatif serta Profuktif, disini akan coba saya bahas lebih lanjut menurut perspektif pribadi sebagai mahasiswa yang juga sebagai anggota koperasi mahasiswa selama 4 tahun (sejak 2009).
Secara umum koperasi terbagi dalam beberapa golongan besat seperti yang sudah dipelajari dalam jenjang sekolah wajib 12 tahun yaitu koperasi yang digolongkan menurut fungsinya (Koperasi pembelian/pengadaan/konsumsi,Koperasi penjualan/pemasaran,Koperasi produksi dan Koperasi jasa), koperasi yang digolongkan menurut tingkat dan luas daerah kerja (Koperasi Primer dan Koperasi Sekunder) serta koperasi yang digolongkan menurut status keangggotannya (Koperasi produsen dan Koperasi Konsumen).
Koperasi mahasiswa termasuk koperasi yang didasarkan jenis anggota, selain koperasi mahasiswa juga terdapat koperasi-koperasi lain yang sejenis diantaranya : koperasi karyawan, koperasi siswa, koperasi pondok pesantren, koperasi pramuka dan koperasi lainnya. Adanya pengelompokkan koperasi dalam jenis ini tentunya terdapat pro dan kontra sebagai koperasi yang berkelompok sesuai golongan, namun koperasi yang berdasarkan jenis anggota semacam ini mempunyai nilai-nilai tersendiri sehingga anggota merasa nyaman ada di dalam sesama golongan mereka.
Dalam fungsinya koperasi mahasiswa secara umum digunakan sebagai wadah untuk menggali potensi anggota. Terdapat beberapa bidang dan sub bidang (devisi), anggota dapat memilih di bidang / devisi mana dia dapat bergabung untuk melait kemampuannya dalam berkoperasi dan berorganisasi tanpa juga meninggalkan segi bisnis sebagai penunjang untuk kesejahteraan anggota. Sebagai contoh didalam koperasi mahasiswa terdapat bidang administrasi umum, bidang ini cocok bagi anggota yang ingin mendalami ilmu kesekretariatan, ada juga sub bidang handicraft, yang menghasilkan produk produk kreatif dengan buatan tangan / handmade.
Namun dari semua itu masih terdapat beberapa kekurangan yang sering terjadi di dalam koperasi mahasiswa yang mungkin dapat menjadi renungan bersama, meskipun banyak kelebihannya namun saya akan bahas beberapa kekurangannya saja, diantaranya akan saya jabarkan dalam poin-poin berikut :
Kesadaran Berorganisasi
Awal masuk dalam koperasi, anggota harus menjalani serangkain acara dalam diklat dasar koperasi atau biasa disebut diksarkop, mulai dari acara seminar / diklat ruangan maupun acara materi diluar ruangan / diklat outdoor, setelah itu anggota akan diterima menjadi bagian dari koperasi.
setelah seleksi secara formal berlangsung, di dalam keorganisasian koperasi ada seleksi tersendiri dari masing masing anggota, yaitu seleksi alam, proses seleksi alam ini berlangsung secara natural seiring dengan berjalannya waktu, misal dari 100 anggota yang masuk, pada akhir periode kepengurusan dapat dihitung berapa anggota yang aktif
solusi
Hal yang deimikian ini sangatlah wajar dalam organisasi entah organisasi apapun itu, bisa berdasarkan komunitas, unit kegiatan mahasiswa, relawan, himpunan jurusan dan beberapa organisasi lainnya. Dalam berorganisasi tentu anggota akan melihat keuntungan mengikuti organisasi tersebut, namun setelah mengikuti organisasi dan di dalam organisasi tersebut tidak berjalan sesuai harapan maka banyak anggota kemudian berguguran satu persatu, intinya selain dari organisasi keinginan yang kuat untuk berorganisasi dari anggota perlu dimunculkan, untuk memunculkan hal tersebut haruslah sesuai kemauan kuat dari pribadi masing-masing anggota, bukankah tujuan berorganisasi adalah dapat berkumpul, membagi pemikiran dan ide bersama-sama, namun mengapa justru menjauh dari organisasi?
Kebersamaan Dalam Organisasi
Sebuah kebersamaan tentunya bukan merupakan sesatu yang instan, perlu adanya proses untuk membangun chemistry agar rasa kebersamaan itu ada, mulai dari hal-hal kecil seperti acara olahraga bersama, makan bersama, jalan jalan bersama, nonton bareng bersama sampai hal besar seperti teamwork dalam membuat suatu acara. Namun dibalik itu semua ada dalam kebersamaan ada resiko pecahnya grup besar menjadi grup grup kecil atau biasa disebut blok-blok-an hal hal yang demikianlah yang dapat mengurangi kekompakan dalam suatu organisasi.
Regenerasi Organisasi
Setelah semua anggota sudah kompak maka problem selanjutnya adalah regenerasi organisasi. Meskipun keanggotaan dalam koperasi mahasiswa bersifat abadi sampai selesai masa mahasiswa, namun sebuah organisasi tetaplah butuh dengan yang namanya regenerasi, masa kepemimpinan suatu pengurus bersifat unique setiap periode, dan tentunya setiap mahasiswa pasti akan lulus atau drop oleh karena itu regenerasi sangat diperlukan dalam organisasi dimana anggota memiliki batas waktu tertentu dalam statusnya dalam lingkup yang bersangkutan.
Untuk itu selain kebersamaan dalam satu angkatan perlu dijalin kebersamaan seluruh anggota pada semua angkatan, agar roda regenerasi tetap berputar, mungkin bagi anggota baru agak merasa canggung untuk berkomunikasi dengan anggota lama dan begitupun sebaliknya, namun dinding ini akan luntur seiring dengan dibangunnya chemistry antar anggota.
Berbisnis Dalam Koperasi
Selain berorganisasi bagian terpenting dalam koperasi adalah berbisnis, karena salah satu tujuan koperasi adalah agar anggotanya dapat sejahtera bersama koperasi, untuk itu haruslah dibentuk unit-unit usaha dimana anggota dapat terlibat dalam kegiatan usaha tersebut sebagai contoh adanya unit usaha makanan, minuman, peracangan dan usaha lainnya yang seharusnya dikeloa bersama-sama dari dan oleh anggota. Namun pada kenyataan dilapangan teori seperti ini agaknya sedikit susah untuk diterapkan.
Koperasi yang ideal yaitu koperasi yang menyeimbangkan antara organisasi dengan bisnis, namun sangatlah susah untuk ditemui hal yang seperti demikian, padahal koperasi sendiri di indonesia jumlahnya ada puluhan bahkan ratusan.
Pada Koperasi Mahasiswa sebetulnya terdapat bibit-bibit yang potensial dalam hal bisnis, penggalian ide-ide dalam berkoperasi harus terus digalangkan di dalam kegiatan berkoperasi sehingga produktifitas mahasiswa yang notabene hanya mengerjakan tugas kuliah dan pulang akan sedikit terangkat dengan diterapkannya usaha-usaha bisnis yang kreatif dan produktif, tentunya di bawah naungan koperasi mahasiswa sebagai wadah untuk mewujudkan aspirasi dari anggota.
Kegiatan seperti seminar, lokakarya / workshop, diklat yang diikuti oleh anggota seharusnya mendapatkan timbal balik kepada anggota yang mengikuti, yaitu dengan menerapkan teori teori yang didapat pada dunia nyata sehingga semua kegiatan dapat bermanfaat untuk mensejahterakan anggota.
Mungkin itulah beberapa point dari sudut pandang pribadi yang telah berkecimpung dalam dunia koperasi (meskipun sebagai anggota) selama 4 tahun ini, semoga semua pendapat yang saya paparkan diatas dapat sedikit memotiviasi untuk meningkatkan produktifitas dan kreatifitas dan dalam berkoperasi. Bravo Kopma !!!
Sumber
http://id.wikipedia.org/wiki/Koperasi
http://friskaveronika02.blogspot.com/2012/10/koperasi.html
http://galuhwardhani.wordpress.com/prinsip-prinsip-koperasi-2/
http://ssbelajar.blogspot.com/2012/08/prinsinp-dasar-koperasi-indonesia.html
http://d-datakuliah.blogspot.com/2012/04/data-koperasi-sebagai-soko-guru.html
http://d-datakuliah.blogspot.com/2012/04/pendahuluan-lima-puluh-tahun-merupakan.html